top of page
  • YouTube
  • Instagram Social Icon

Days with Pimples - The Beginning

  • Writer: Yonatha Moon
    Yonatha Moon
  • Nov 20, 2020
  • 3 min read

Updated: Nov 21, 2020


Source: https://www.istockphoto.com/illustrations/pimple

Cerita ini akan sedikit panjang, dan aku sudah membaginya menjadi tiga bagian; pertama The Beginning, lalu The Search, dan terakhir The Conclusion. Jadi aku sarankan, kalian yang akan membaca cerita pengalamanku dengan jerawat ini untuk menyiapkan secangkir teh ataupun kopi serta camilan, mungkin juga musik favorit untuk menemani waktu senggang kalian dengan membaca blog ini. So, let's begin!


...aku punya perasaan yang kuat kalau faktor utamanya adalah ketidakcocokanku dengan kandungan yang ada di salah satu atau semua produk SK-II, di samping stress dan jam tidur yang gak teratur.

Pada akhir tahun 2019 lalu, aku mengalami masalah kulit pada wajahku. Tanpa diundang sama sekali, tiba-tiba aja ada beberapa jerawat muncul di bagian-bagian wajahku. Awalnya aku merasa itu adalah jerawat hormonal di mana saat aku akan mengalami period biasanya jerawat akan muncul. Akan tetapi, ketika masa periodku sudah berakhir, jerawat-jerawat itu tetap saja bersemayam di wajah hingga berbulan-bulan. Sampai akhirnya aku sadar, there's something wrong with my skin.


Jerawat dimana lagi parah-parahnya :(

Biasanya di keluargaku gak ada yang mengalami masalah jerawat dengan serius, jadi aku rasa ini bukan faktor genetik. Setelah aku menelusuri apa yang sekiranya menjadi penyebab kenapa kulitku bermasalah dengan jerawat, aku udah menyimpulkan beberapa kemungkinan-kemungkinannya:


Pertama: Pada pertengahan tahun 2019, aku lagi giat-giatnya ngerjain skripsi sehingga jam tidurku terganggu. Dalam seminggu mungkin aku cuma tidur dua sampai tiga jam sehari demi mengejar deadline skripsi. Meski ujung-ujungnya aku kebagian sidang di bulan Desember padahal udah beres di awal bulan September, karena jadwal sidang udah tutup T.T #sorrymalahcurhat).


Di bulan Mei 2019 dimana aku baru banget beli SK-II Welcome Set

Kedua: Aku mengganti varian skin care dari produk lokal dan Innisfree ke Pitera Welcome Set dari SK-II. Pake Innisfree enggak berpengaruh besar ke kulitku makanya aku menaruh harapan besar ke SK-II ini. Aku udah kemakan iklan oleh YouTube dimana SK-II memilih Chloë Moretz sebagai brand ambassador mereka (I like Chloë Moretz). Bulan ke-satu sampai ke-empat, setelah menggunakan SK-II kulitku memang terlihat lebih baik dan glowing. Istilahnya, cuma menggunakan tiga varian dari SK-II aja; Facial Clear Lotion (toner), First Treatment Essence Pitera (essence) dan Radical New Power Age (pelembab), seperti udah menjawab semua kebutuhan kulit wajahku. Sayangnya, harapan itu sirna seketika ketika bulan kelima dalam pemakaian rangkaian Welcome Set dari SK-II. Di bulan Oktober 2019, satu persatu jerawat muncul di wajah. Yakin deh, entah itu perempuan maupun laki-laki, kalo soal jerawat gak ada yang tahan!


Ketiga: Ini masih asumsi aja, tapi kalau aku baca beberapa artikel kesehatan, bahwasannya (yaelah bahasanya udah kayak lagi presentasi di depan dosen aja, yak? Haha) stress dapat memicu beberapa penyakit dalam tubuh dan salah satunya adalah penyakit kulit, tak-lain dan tak-bukan adalah jerawat ini. Yah, aku merupakan salah satu orang yang menjadi korban skripsi, sehingga selama mengerjakan skripsi aku mengalami stress. Aku tahu, salah sendiri sebelumnya aku sering lalai dan gak bisa atur waktu buat ngerjain skripsi jadi aja stress sendiri. Salah satu caraku mengatasi stress adalah dengan melakukan olahraga seperti jogging dan home workout. Namun, jika kita telurusi lagi, kalau kita commit buat rajin berolahraga tapi ga diimbangi dengan kebersihan tubuh, itu juga akan memicu masalah jerawat.


Di antara ketiga faktor tersebut, aku punya perasaan yang kuat kalau faktor utamanya adalah ketidakcocokanku dengan kandungan yang ada di salah satu atau semua produk SK-II, di samping stress dan jam tidur yang gak teratur. Makanya, di bulan Januari tahun 2020, aku melakukan eksperimen dengan memberhentikan pemakain toner dan pelembab SK-II, jadi aku cuman pake essence-nya aja. Jadinya, untuk perawatan kulit saat itu, aku cuman pake cleanser, toner, and Pitera essence, gak mau pake yang macem-macem dulu karena masih kapok dan takut sama kondisi kulit yang lagi sensitif-sensitifnya.


Perbandingan wajah depan pada bulan Oktober dan Desember

Sempat hampir putus asa dan ingin pergi untuk memeriksakan masalah ini ke dokter kulit, meski masih ragu karena takut ketergantungan. Kalau aku memutuskan berhenti nantinya, aku takut kulitku malah memburuk seperti yang pernah dialami temanku. Gak tau kenapa aku selalu takut coba pake produk perawatan dari racikan dokter kulit. Adikku pun menyarankan untuk tetap mencoba dan mencari skin care drug store yang bagus, kalau nanti hasilnya malah parah, baru pergi ke dokter.


Akhirnya aku melakukan apa yang disarankan adikku, dan mulai pencarian skin care yang ramah terhadap kulit sensitif jerawat. Jadi, skin care drug store apa yang aku pilih untuk menyembuhkan masalah jerawat pada wajahku ini? Let's open the next chapter! Just click the link below :)

Comments


© 2021 Yonatha Moon

  • YouTube
  • Grey Instagram Icon
bottom of page