ONE BRAND REVIEW: EMINA
- Yonatha Moon

- Jan 27, 2019
- 5 min read
Updated: Oct 17, 2019

Kamu tahu, ketika menjadi mahasiswa tingkat akhir biasanya kamu akan me-review apa saja yang telah kamu lakukan dan kamu lalui, tak sedikit kamu berpikir apa saja pencapaian yang telah kamu raih. Kamu pun berpikir bahwa waktu telah berlalu begitu cepat, terasa seperti baru kemarin kamu memulai status barumu sebagai mahasiswa, bertemu dengan teman-teman baru yang berasal dari berbagai karakter, kalangan dan wilayah.Tapi sekarang, kamu hampir akan melepas statusmu sebagai mahasiswa dan tantangan yang baru setelah kelulusan telah menantimu. Memasuki kehidupan orang dewasa yang sesungguhnya dimana kamu sudah bukan anak kecil bahkan remaja lagi.
Itulah yang sering aku pikirkan akhir-akhir ini. Berpikir betapa waktu berjalan begitu cepat dan kita tidak bisa memutar kembali waktu yang sudah berlalu. Keberhasilan apa yang sudah aku raih selama ini? Hanya sedikit dan beberapa saja. Kegagalan apa yang sudah aku lakukan? Banyak, sangat banyak. Tidak sebanding dengan keberhasilan yang sudah aku raih.
Begitulah sampai akhirnya aku memutuskan keputusan yang sekarang sedang aku lakoni ini; mengikuti sebuah International Conference di Jepang. Informasi ini aku dapatkan dari teman-teman seperjuanganku dulu, bahwa dosen kami memberitahu ada international conference saat perkuliahan. Segera aku datang ke kantor dosenku untuk memberitahu bahwa aku berminat mengikuti conference itu, setelah persetujuan dan semua hal yang bersangkutan akhirnya aku bergabung denga anak-anak arsitek yang menjadi tumpuan dalam event tersebut. Akhirnya sekarang aku dan beberapa teman dari arsitek menunggu pengeluaran visa yang dikeluarkan oleh kedutaan Jepang yang ada di Jakarta. Aku tidak ingin kehidupan perkuliahanku sia-sia tanpa ada bekas sedikitpun. Setidaknya ini akan menjadi pencapaian kecil dalam kehidupan perkuliahanku, meski artinya skripsiku akan sedikit terhambat karena aku harus mengurusi conference ini terlebih dahulu. Lebih baik terlambat karena hal baik daripada terlambat karena kelalaian semata, bukan?

Ok, aku mungkin akan menceritakan perjalanan conference ini di lain kesempatan, sekarang barulah kita masuk ke intinya. Setelah semua berkas untuk mengajuan visa telah dilakukan dan tinggal menunggu keputusan dari kedutaan Jepang di Jakarta, serta paper conferece sudah disetujui oleh pihak penyelenggara di Jepang. Sekarang aku tinggal menyiapkan perbekalan dan apa saja yang harus aku bawa selama di sana nanti. Tentunya aku harus mulai mengumpulkan koleksi baju hangat karena acaranya diselenggarakan pada bulan Februari nanti yang mana di sana sedang musim dingin. Dan.... yang tak-kalah pentingnya adalah MAKEUP!
Di sana aku tinggal hampir sebulan, dari 12 Februari sampai 9 Maret, antara Fukuoka dan Osaka. Pastinya perbekalanku akan banyak sekali, aku harus pintar-pintar memilah dan menyeting koper agar muat banyak barang. Hal yang aku pikirkan pertama kali setelah baju adalah makeup (harusnya sih aku pikirin apa aja yang akan aku presentasikan di workshop nanti, but I can do it later, LOL). Dulu, waktu aku KKN, aku sering diejek oleh teman-teman KKN-ku kalau makeup yang aku bawa memakan banyak tempat di koperku. Makanya, aku enggak mau mengulang itu lagi. Aku pun mencari inspirasi makeup di youtube, soalnya teman-teman cewek yang dari jurusan arsitek rata-rata tidak memakai makeup, makanya aku juga tidak mau dianggap paling menor diantara mereka, sepertinya di sana aku benar-benar akan bermakeup ala "makeup no makeup".
Setelah mendapatkan beberapa inspirasi, barulah aku mulai menjelajahi dunia internet seputar kosmetik. Inginnya sih aku beli kosmetik seperti foundation Maybelline, lipstick Mac atau dari 3CT, dll., tapi aku sadar keperluanku selama di sana masih banyak yang harus aku beli juga, jadi aku harus pinter-pinter membeli barang dengan harga affordable. Akhirnya pencarianku berhenti di website Emina. Aku tahu brand ini ketika aku berjalan-jalan di beberapa mall, juga beberapa dari teman-temanku pernah membicarakannya, sayangnya saat itu aku tidak begitu tertarik, jadi sering aku abaikan. Tapi tidak untuk saat ini dimana aku harus bijak dalam membeli kosmetik. Lalu aku pun mencari beberapa review mengenai beberapa produk dari Emina ini, rata-rata review-nya baik. Akhirnya aku putuskan untuk membeli beberapa item kosmetik dari Emina ini. And here we are, products I bought from Emina!

Sama seperti beberapa reviewer dan beauty bloggers yang lain bahwa kesanku ketika melihat produk-produk dari Emina itu, LUCU BANGET. Sangat girly dan case-nya selalu dominan Pink, dan pink adalah warna kesuakaanku jadi aku sangat suka dengan case dari Emina ini. Bisa kalian lihat juga gambar di atas, so cute, isn't it? Saat itu aku beli 5 items untuk menunjang makeup-ku selama di Jepang, yaitu cream blush, eyeliner pencil, shadow, liptint, dan lipgloss. Hasilnya setelah aku pakai? Cukup menunjang.

Mungkin karena sasaran produk dari Emina ini diperuntukkan ke anak-anak perempuan yang sudah menginjak masa remaja, makanya mereka mendesain produknya sedemikian lucunya dan dominan pink agar menarik perhatian konsumen juga. Dan yang membuat aku bernafas lega karena Emina ini masih saudaraan dengan Wardah dan Make Over, so it must be safe.
Produk yang paling aku suka, bagi aku yang baru banget pake produk Emina, adalah cream blush-nya: Cheek Lit. Hasilnya memberikan efek pinkish yang natural. Untuk saat ini aku lebih suka blush yang berbentuk cream karena simpel dan gak harus bawa-bawa brush, buat travelling ini cocok banget: so simple dan gak makan banyak tempat. Sayangnya aku kira produk ini tidak begitu tahan lama menempel di pipiku, karena ketika beberapa jam aku bawa ke kampus dari siang sampai sore, saat aku pulang ke rumah rona-rona di pipiku sudah agak pudar. But overall I like this product.

Second, aku juga suka sama lipgloss-nya: Liquid Lip Shine. Aku beli yang soft pink karena my daily makeup selalu bernuansa pink. Wanginya enak, kadang suka pengen ngejilat karena kaya manis-manis gitu. Aku beli karena trend makeup sekarang sudah mulai kembali ke bibir yang glossy (meski masih banyak wanita yang tetap setia menggunakan lipstick matte). Biasanya aku gunakan setelah aku pake liptint (biar enggak kering dan biar dapet hasil akhir bibir yang glossy), atau saat aku pengen hasil bibir aku yang nude glossy. Jadi aku enggak pake lipstick apa-apa, aku biarkan setelah bibir aku nude alami dari hasil BB cream dan bedak dan tinggal aku bubuhi lipgloss ini, toh memang lipgloss ini masih memiliki warna yaitu soft pink.

And, Magic Potion Smitten liptint (warna pink). Liptint ini cukup tahan lama, aku bawa makan baso atau makan apapun yang berkuah ataupun semacam burger masih nempel sedikitnya, setidaknya membuat warna bibir kita jadi pink natural. Soalnya, kalau pemakaian pertama yang belum kena air minum atau makanan itu hasil warnanya pink agak keungu-unguan, nah kalau udah kena makanan atau minuman itu bikin bibir kita pink natural banget.

And then, aku pilih sadow warna itu agar aku bisa pake sehari sehari. Jadi aku bisa mengkombinasikan ketiga warna tersebut. Pengen makeup yang bernuansa pink? Oke. Bernuansa nude atau ivory? Juga oke. Atau ala eonni-eonni Korea yang ada di drama bernuansa cokelat natural buat bikin garis mata kita? Juga oke. Oh ya, mungkin kembali ke segment pasar mereka, si shadow Emina ini enggak begitu pigmented, tapi juga cukup untuk membubuhi warna pada mata kita dan cukup memberikan efek glossy natural.

And last but not least adalah eyeliner pencil. Tadinya pengen beli yang crayon-nya tapi karena beberapa reviewer bilang hasilnya dark brown jadi kaya tetep pake eyeliner warna hitam akhirnya aku putusnya belinya yang pencil yang light brown. Soalnya aku bener-bener pengen pake eyeliner yang memberikan hasil yang senatural mungkin. Dan aku rasa eyeliner Emina ini jawabannya. Bahkan, eyeliner ini lebih tahan lama dibandingkan cream blush-nya. Soalnya aku pernah ke kampus pake eyeliner ini dari pagi sampe sore saat aku pulang ke rumah dan ngaca eyelinernya masih ada.
Aku mau sharing hasil makeup aku pake Emina, kelima makeup-nya aku pake semua tanpa aku tambahkan dari produk lain. Here we go...

Aku sengaja gak pake mascara karena aku bener-bener pengen coba hasil dari semua makeup dari Emina yang aku punya (Kecuali eyebrow-nya karena aku belum beli, soalnya eyebrow cake powder NYX-ku masih banyak). Meski aku baru pertama pake produk dari Emina tapi aku cukup suka sama produknya. Si Emina ini bener-bener murah, aku beli 5 items itu totalnya cuma 164 ribu. What?! Lima items lho!! Kalo beli produk lain mungkin 164 ribu tuh cuma satu item, such as NYX bahkan beli lipstick Mac aja enggak cukup hahaha. Sedangkan Emina udah bisa menunjuang makeup hampir di seluruh wajah. Belum lagi barang-barangnya yang enggak makan banyak tempat. So, ini sih cocok banget buat aku nanti pergi ke Jepang. Jadi makeup aku gak akan ngabisin tempat yang banyak di koper, hihi.
나중에 파여^^



Comments