top of page
  • YouTube
  • Instagram Social Icon

VETERINARIAN, HERE WE COME!

  • Writer: Yonatha Moon
    Yonatha Moon
  • Jun 17, 2019
  • 4 min read

Pada hari Sabtu, 15 Juni 2019, setelah mengetahui ada yang tidak beres dengan keadaan Mi-chan, akhirnya aku dan adikku pergi mengunjungi dokter hewan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada kucing kami ini.

Kami memutuskan pergi ke Drh. Amir Chandra yang ada di Istana Regency dekat dengan Pasteur pada sore hari. Saking mendadaknya, dan ini merupakan pengalaman kami mengunjungi dokter hewan, kami membawa Mi-chan dengan kardus bekas air mineral, yang akhirnya aku tahu itu sesuatu yang sedikit memalukan bagi kami membawa kucing peliharaan, meski secara harfiah Mi-chan adalah kucing liar, dimana orang-orang yang datang ke Drh. Amir Chandra ini menggunakan mobil mewah dengan peliharaan yang lucu dan menggemaskan dan terlihat mahal šŸ˜‚ berbeda dengan kami yang serba sederhana, hahaha.


Drh. Amir Chandra ini beralamat di Istana Regency1 Blok C2 Nomor 6A, Jl. Pajajaran, Cicendo, Bandung. Aku sedikit terkecoh dengan alamatnya yang tertera di Google Maps yang menuliskan di jalan Pajajaran, padahal sebenarnya untuk masuk ke kompleknya aku masuk melalui jalan Dr. Djunjunan (Pasteur).

Drh. Amir Chandra ini praktiknya enam hari kerja dari Senin sampai Sabtu, jam praktiknya buka dari pukul 7 sampai 11 pagi, buka lagi pada pukul 5 sore hingga 9 malam. Aku sampai di sana tepar pukul 5 sore langsung di sambut oleh resepsionis munda dan cantik. Karena aku baru pertama kali datang ke sini, maka aku harus mengisi formulir terlebih dahulu, tentunya bukan dataku yang dibutuhkan, tapi nama, umur, dan berat badan Mi-chan. Setelah selesai mengisi formulir dan menimbang berat badan Mi-chan yang bahkan kurang dari 1 oz.


Aku pun dikasih kartu berobat jika suatu hari nanti aku harus mengunjungi dokter hewan ini lagi. Lucu banget kartunya, aku harus menyimpan ini dengan baik, tapi setelah aku mendapatkan kartu ini seketika aku merasa gugup dan khawatir kalau-kalau berobat di Drh. Amir Chandra ini membutuhkan biaya yang mahal, karena kartunya aja lucu dan bagus, mengingat lokasi dokter hewan ini juga berada kawasan perumahan elit di Kota Bandung ini.


Aku menunggu beberapa saat setelah resepsionis memberikan info pada dokter, setelah itu aku pin masuk ke ruang berobat. Seorang dokter hampir paruh baya menyapa kami dengan hangat, aku kira dokternya seorang laki-laki berketurunan India (aku pikir nama Amir banyak dimiliki oleh bangsa India haha), ternyata dokternya seoang laki-laki berketurunan Chinese.


Dia langsung bertanya padaku permasalahan yang dialami kucingku, aku pun memberitahu bahwa kucingku mengalami diare. Poor baby Mi-chan. Badan sekecil dan serapuh itu, harus mengalami mencret yang pasti membuat tubuhnya lemah. Dokter memeriksa tubuh Mi-chan dengan steteskop, lalu memberitahu kami bahwa penyebab kucing kami diare memilik dua kemungkinan, karena amoeba atau parasit (cacing). Setelah itu Drh. Amir memberikan suntikan pada Mi-chan, seketika tubuh Mi-chan bergetar hebat, sepertinya kalau dia bisa berbicara dia akan merengek kesakitan karena suntikan itu. Poor Mi-chan, bayi kucing kesayangan kami harus merasakan rasa sakit itu 😿

Aku sih prefer kalau penyebab kucingku diare karena cacing. Perut Mi-chan cukup buncit untuk bayi kucing seperti Mi-chan, juga tidak proposional bagi tubuhnya dan kakinya yang kecil. Drh. Amir Chandra pun memberi resep obat yang dia tulis di nota resep, ternyata obatnya bukan obat khusus hewan, karena Drh. Amir memberitahu kami dapat memberli obatnya di apotek dan merupakan obat yang cacing yang biasa dipakai manusia. Mungkin karena Mi-chan kucing domestik jadi cara perawatannya tidak seribet kucing ras (aku dengar memelihara kucing ras membutuhkan makanan khusus dan perawatan khusus).

Akhirnya hal yang membuatku gugup telah tiba, setelah memberika resep padaku, dokter memberitahu biaya yang harus kami bayar. Aku takut ini membutuhkan biaya besar, tapi ternyata biayanya tidak semahal yang aku kira. Ternyata aku hanya butuh membayar 70 ribu rupiah saja, aku kira aku harus bayar diatas seratus atau bahkan 200 ribu. Bahkan Drh. Amir menyarankanku untuk bayar pake Gopay agar dapt cashback 20%, baik sekali dokter itu, padahal aku sendiri tidak terpikirkan hal itu, tadinya mau bayar pake debit saja.

Setelah selesai bayar biayanya, aku dan adikku menunggu di ruang tunggu untuk memesan taksi online. Ternyata sudah ada dua pasien lain yang membawa kucing persia putih dan anjing pudel cokelat yang semuanya terlihat mewah dan lucu. Mendadak aku dan adikku sangat minder menunggu di sana, selain karena kucing kami hanya kucing domestik yang keadaannya sedang sangat kucel akibat diare yang dideritanya, ditambah karena kami belum membeli kandang untuk Mi-chan, kami hanya menggunakan kardus bekas untuk membawanya, hahahaha, bagaikan langit dan bumi dan si kaya dan si miskin.


Mana si Mi-chan meong-meongan terus lagi, jadi bikin pasien-pasien yang lagi nunggu notice akan keberadaannya, mungkin karena Mi-chan merasa sakit sehabis disuntik tadi jadi meong-meongan terus. Jahatnya aku, aku tumbalkan saja adikku untuk membawa kardus yang berisi Mi-chan itu, aduh maaf yaa atas keegoisanku ini hahaha.



Akhirnya setelah menit-menit memalukan itu, taksi online datang menjemput kami. Kami pulang ke rumah untuk menyimpan Mi-chan di tempatnya. Setelah itu aku dan adikku keluar lagi untuk pergi ke apotek untuk membeli obat.

Besoknya, aku, adikku, serta adikku sama-sama memberi obat pada Mi-chan. Kami sedikit kewalahan memberikan obat pada anak kucing. Aku baru tahu untuk memberi obat pada hewan rata-rata membutuhkan alat suntik tanpa jarum, dan itu cukup sulit bagi kami karena Mi-chan sangat berontak ketika diberikan obat (foto obatnya masih ada di memory camera, next setelah aku pindahkan ke fotonya ke pc akan aku tampilkan fotonya).

Setidaknya kami sudah tenang setelah membawa Mi-chan ke dokter hewan, karena setelah diberi obat, keadaan Mi-chan sudah mulai normal dan poop-nya sudah tidak mencret lagi. Begitulah

pengalaman pertama aku dan adikku pergi ke dokter hewan untuk mengobati Mi-chan. Benar-benar pengalaman yang seru dan konyol. Kalau begitu, aku pamit dulu, sampai bertemu di artikel yang lain, bye!

Ā 
Ā 
Ā 

Recent Posts

See All

Comments


© 2021 Yonatha Moon

  • YouTube
  • Grey Instagram Icon
bottom of page